10 Februari 2012 - 20:30

Seraya menilai Rasul Saw sebagai manifestasi ilmu pengetahuan, amanah, keadilan, akhlak mulia, dan rahmat, Ayatullah Khamenei menuturkan, umat manusia sepanjang sejarah dan kendati mencapai kemajuan materi di segala bidang serta mampu mengubah kehidupan, senantiasa mencari sifat mulia dan nilai-nilai luhur tersebut. Ditambahkannya, saat ini umat Islam sangat membutuhkan sifat-sifat mulia itu.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei pada hari Jumat (10/2) mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat militer, berbagai lapisan masyarakat, dan juga para tamu peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam serta duta besar negara-negara Islam di Tehran. Pertemuan itu digelar bertepatan dengan tanggal 17 Rabiul Awal atau hari kelahiran manusia agung, Nabi Muhammad Saw menurut sebagian riwayat Islam. IRNA melaporkan, Ayatullah Khamenei selain menyampaikan ucapan selamat atas hari kelahiran Rasulullah Saw dan Imam Jakfar Shadiq as, juga menyebut hari bersejarah itu sebagai hari raya terbesar umat manusia sepanjang sejarah. Dikatakannya, "Satu-satunya cara bagi umat Islam untuk mencapai kemuliaan, keagungan sejati, dan kebahagiaan hakiki adalah mengambil pelajaran dari dimensi dan kepribadiaan Rasulullah Saw." Seraya menilai Rasul Saw sebagai manifestasi ilmu pengetahuan, amanah, keadilan, akhlak mulia, dan rahmat, Ayatullah Khamenei menuturkan, umat manusia sepanjang sejarah dan kendati mencapai kemajuan materi di segala bidang serta mampu mengubah kehidupan, senantiasa mencari sifat mulia dan nilai-nilai luhur tersebut. Ditambahkannya, saat ini umat Islam sangat membutuhkan sifat-sifat mulia itu. Pada kesempatan itu, Rahbar menegaskan pentingnya bersikap mulia, bersabar, dan saling memaafkan di antara sesama Muslim. Ditandaskannya, salah satu kebutuhan lain umat Islam saat ini adalah meyakini janji-janji Ilahi, karena Allah Swt telah berjanji akan menyampaikan manusia pada tujuannya jika mereka berjihad dan berjuang melawan tekanan serta tidak tunduk pada hawa nafsu, harta, dan tahta. Menyinggung masa kepemimpinan 10 tahun Rasul Saw di Madinah, Rahbar menjelaskan, "Meskipun pemerintahan itu terbilang singkat, tapi landasan yang dibangun merupakan puncak kemanusiaan sepanjang sejarah dalam bidang sains, peradaban, dan kemajuan spiritual dan material." Menurut Rahbar, persatuan merupakan salah satu kebutuhan mendesak umat Islam. Berbicara tentang kebangkitan Islam dan pemberontakan bangsa-bangsa, Rahbar mengakatan, transformasi dan revolusi di kawasan serta langkah mudur Amerika Serikat dan penyusutan kekuatan Israel, merupakan kesempatan emas bagi umat Islam dan harus dimanfaatkan secara maksimal. Pada akhir pertemuan itu, sejumlah tamu perserta konferensi persatuan Islam melakukan ramah-tamah dan berbicara dari dekat dengan Rahbar.